Hati Batu Jiwa Mati

FB_IMG_15128276673554798kesombongan mu hanya lah sebatas sentilan kuku

jangan kau jadi kan hati mu mati

jangan kau jadi kan matamu bermata satu

dan jangan jadikan mulutmu sebagai pedang kesesatan

ingatlah Allah swt tuhan satu-satu nya di dunia

dan Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman

Pegang teguh hatimu

pegang teguh jiwamu

dan peganglah teguh omonganmu

Karna jiwa buntu adalah hati batu.

Iklan

Puisi untuk guru tercinta

SANG MOTIVATOR
Karya : Putri Andini

Dialah Guru
Guru yang memberi sepercik cahaya
Guru yang memberi setitik ilmu
Untuk menggenggam seluruh dunia

Guruku
Engkau bagaikan cahaya metahari
Cahaya yang tidak pernah pilih kasih
Cahaya yang selalu menyinari hati

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Tapi, itu tidak sebanding yang dirasakan
Pedihnya api dan lembutnya air
Yang sudah kau rasakan

Betapa ku ingin bemimpi dengan bayanganmu
Ingin rasanya menatap wajahmu
Wajah yang sabar menerima hinaan

Engkau adalah pelita hati
Pelita yang selalu kubanggakan
Dan pelita hati yang selalu menjadi motivasi

Pemuda Sekarang

FB_IMG_15114994143545039Api yang menggelora ditubuhmu

Menjadikan inspirasi bangsa ini

Tapi, kau tidak mau tahu

Pemuda merasa dirinya dijajah

Pemuda merasa dirinya dicela

Mereka pikir hanyalah teroris

Perkataannya hanya milik merah putih

Tetapi jiwanya jauh dari pada itu

Wahai pemuda sekarang

Bangkitlah, bangkitkan negri ini

Pemuda harus bisa

Mengibarkan sang merah putih

Pemuda harus bisa

Memahami itu semua

Singsingkan lenganmu

Goyangkan pena kehidupan

Dan gapailah impianmu wahai pemuda

Maka kehidupan sesungguhnya akan dimulai

Jomblo Fisabilillah

Sunyinya malam yang dirasakan

Kutadahkan kedua tangan diatas sajadah

Gemercik api lilin yang menemani

Memohon sesuatu padamu ya allah

Agar ditemukan pasangan hidup

Pasangan yang menuntun ku padamu ya allah

Kutitipkan namanya disetiap doa

Doa yang indah bak rembulan

Karna cintaku cinta robbku

Cinta dijalan allah yang aku mampu

 

 

 

Lentera Cinta

Placeholder ImageDoa yang bergeming di langit malam

Bagaikan cahaya bertemu lentera

Dinginnya embun dibawah pepohonan

Bagaikan cinta tak bersua

Dimana engkau cahaya cinta?

Dimana engkau wahai lentera?

Aku menunggu di dekat ribuan tumbuhan pakis

Kumohon terangkan cinta ku

Terangkan jiwaku

Dan akan kusampaikan pada sang pencipta ku

Bahwa dialah satu-satunya tuhan yang ku punya